Keris Obama di Ujung Madura

gerinda tangan

Gerinda Tangan dan pahat para empu keris terus berdentang di Desa Palongan, Sumenep, Madura. Di ujung ”Pulau Garam” itu, macam keris lahir dari tangan para perajin yang lihai bermain dengan logam.

”Ini namanya keris dapur Nogo Jadi-jadian. Kepalanya naga, melainkan ekornya tak terang. Nah, yang ini keris Nogo Sosro sebab ekornya terang,” ujar Fathurrahman, Ketua Ikatan Pengrajin Keris Indonesia (IPKI) Megaremeng, Sumenep, sambil mengangkat dan menonjolkan bilah-bilah tajam keris berpahat motif kepala naga. Ia sekedar mencontohkan wujud dan variasi keris.

Di hadapannya berjejer macam keris, mulai dari yang separuh jadi sampai keris yang telah jadi total dengan bilah, pegangan, dan sarung sudah berias ukiran. Di atas selembar kain putih, deretan keris itu berwibawa dan cantik.

Seorang perajin keris lainnya, Hermanto (41), menuturkan, keris Madura mempunyai ciri khas antara lain logam keris benar-benar keras dan pamornya agak menyeramkan. ”Keris Madura kesannya seram,” ujar Hermanto.

Pamor atau lapisan berpola acak atau figuratif yang kelihatan pada bilah keris ikut serta mempertimbangkan poin sebuah keris. Kelebihan lainnya ialah kehalusan pahatan mendetail ornamen pada keris. ”Berkeinginan buat gambar apa saja dapat. Aku baru saja buat pahatan gambar Obama di pangkal keris. Orderan kolektor dari Jakarta,” ujar Hermanto. Para empu di desa itu mampu mencipta macam keris, mulai dari gaya Jawa, Bali, sampai Bugis. Hermanto sengaja mengoleksi keris dari banyak tempat untuk menambah acuan.

Fathurrahman dan Hermanto ialah segelintir dari ratusan empu keris di Desa Palongan, Kecamatan Bluto, Sumenep. Fathurrahman mengatakan, pelaku kebiasaan keris paling banyak di Kabupaten Sumenep tersebar di tiga kecamatan, adalah Kecamatan Bluto, Saronggi, dan Lenteng Barat. Setidaknya ada 544 empu keris tersebar di 14 desa. Di Kecamatan Bluto saja terdapat 305 perajin. Pusat besar lainnya yakni Kecamatan Saronggi, terlebih di Desa Aeng Tong Tong.

Sumenep malah langsung disebut-ucap sebagai produsen keris terbesar dengan empu terbanyak di Asia Tenggara. Keris memang bukan cuma milik kebiasaan Jawa, namun juga meluas di kebiasaan Melayu. UNESCO sudah memastikan keris Indonesia sebagai Karya Agung Warisan Kemanusiaan (Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 25 November 2005.

 

Baca Juga : Pompa Air

Wow Berlian Berwarna Pink Ditemukan di Sebuah Tambang Rusia<< >>Akibat Hadirnya Teknologi Dan Industri Komputerisasi Di Bisnis Travel Dan Pariwisata

About the author : admin@ggdu