Potong Kayu Mesin Serkel Yang Dibutuhkan

Salah satu pemilik mesin potong kayu ragam serkel atau gergaji piringan menyebut, penerapan mesin potong dipakai untuk tahap kedua pengolahan kayu. Selama ini penerapan gergaji mesin dipergunakan untuk merobohkan, memotong batang kayu menjadi kayu gelondongan. Berikutnya diolah menjadi bahan balken atau kayu siap olah ragam papan atau balok kayu menyesuaikan permintaan pemilik kayu.

Susilo yang tinggal di Desa Kelaten, Penengahan, Lampung Selatan, menyebut semenjak sepuluh tahun silam dirinya mempunyai dua mesin potong kayu keliling. Jasa hal yang demikian semula jarang diketahui, sebab warga belum seperti itu mengetahui manfaat penerapan alat hal yang demikian untuk pengolahan kayu. Di sebagian desa, absensi serkel keliling atau mesin potong kayu keliling masih keok dengan gergaji mesin dan gergaji tangan.

Perbandingan tingkat erosi kayu setebal rata-rata dua sentimeter menerapkan gergaji mesin membikin pemilik kayu memilih serkel keliling. Piringan mata gergaji yang tipis disebutnya dapat meminimalisir pengurangan kayu, malah cukup menguntungkan sebab batang utama, dahan sampai ranting pohon masih dapat diolah menjadi bahan bangunan.

Mulanya, Susilo mesti meyakinkan keunggulan penerapan mesin dengan mesin diesel 24 PK, piringan gergaji 60 cm dan mempunyai empat roda hal yang demikian. “Proses yang lebih pesat dengan tingkat keterpakaian kayu lebih tinggi membikin warga yang memanfaatkan kayu sebagai bahan bangunan mulai beralih ke mesin potong kayu keliling,” papar Susilo, Selasa (8/5/2018).

Pengaplikasian gergaji mesin disebutnya masih konsisten dipakai untuk penebangan tahap permulaan dan pemotongan. Berikutnya pelaksanaan pembelahan sampai berbentuk balok balok kayu dijalankan menjadi dua komponen masih menerapkan gergaji mesin.

Pada permulaan dia mempunyai mesin potong, belah kayu keliling jasa atau biaya pemotongan dihitung menurut metode kubikasi dari harga Rp200.000 sampai Rp250.000 per kubik, menyesuaikan ragam dan tingkat kekerasan kayu.

Seiring dengan tingginya permintaan, Susilo menyebut jasa pemotongan dan pembelahan kayu telah menempuh Rp400.000 per kubik sampai Rp500.000 per kubik, menyesuaikan ragam kayu dan lokasi.

Macam kayu keras di antaranya Jati, Bayur, Sono Keling, Akasia, Nangka, dipatok dengan biaya Rp500.000 per kubik. Sementara ragam kayu Sengon, Jati Ambon, dan ragam kayu empuk dipatok Rp400.000 per kubik.

“Pembedaan biaya hal yang demikian memperhitungkan tingkat penerapan piringan gergaji, kian keras kayu kian pesat aus dan memberi pengaruh penerapan bahan bakar,” beber Susilo.

 

 

Fungsi Elektroda Pada Las Listrik<<

About the author : admin@ggdu